Serial Mythic Absurd Flash — Halaman 18

 



Doa di Zaman Internet

Tuhanku yang buffering di surga,
datanglah notifikasi-Mu.
Jadilah sinyal-Mu di bumi,
seperti di cloud.
Berikan kami wifi yang stabil,
dan ampunilah lag kami,
seperti kami juga memaafkan jaringan orang lain.

Ulasan

“Doa di Zaman Internet” adalah reinterpretasi modern dari doa kuno, diubah menjadi liturgi digital yang memadukan humor, kritik sosial, dan refleksi spiritual. Fragmen ini bekerja seperti cermin: menampilkan bagaimana bahasa ibadah kita kini diwarnai oleh kecemasan teknologi dan ketergantungan pada koneksi.

“Tuhanku yang buffering di surga”
Pembuka ini adalah pukulan halus yang lucu sekaligus menggugah. Di era internet, bahkan Tuhan dibayangkan dalam status loading. Ungkapan ini mencerminkan cara manusia modern merasa terputus dari keajaiban—seolah-olah spiritualitas kita tergantung pada kecepatan koneksi batin.

“Datanglah notifikasi-Mu.”
Doa tradisional meminta petunjuk; versi digital meminta notifikasi. Notifikasi adalah bentuk wahyu zaman sekarang: cepat, singkat, dan langsung ke layar. Ini adalah kritik lembut bahwa manusia modern ingin jawaban instan dan tidak suka menunggu.

“Jadilah sinyal-Mu di bumi, seperti di cloud.”
Cloud menjadi analogi alam surgawi—tempat data, rahasia, dan ingatan disimpan. Sinyal ilahi menjadi metafora koneksi spiritual yang stabil. Kalimat ini menyatukan dunia metafisik dan komputasional secara elegan dan absurd.

“Berikan kami wifi yang stabil.”
Kebutuhan dasar manusia kini bertambah satu: koneksi. Kalimat ini menyisipkan humor pahit: sering kali kita lebih panik kehilangan wifi daripada kehilangan arah hidup.

“Ampunilah lag kami… seperti kami juga memaafkan jaringan orang lain.”
Lag menjadi metafora moral. Kesalahan dan keterlambatan manusia dianalogikan dengan macetnya jaringan. Fragmen ini mengubah empati menjadi kebiasaan digital: memaafkan seseorang seperti memaklumi koneksi yang buruk.

Kisah pendek ini bekerja pada dua tingkat: sebagai lelucon cerdas, dan sebagai refleksi bahwa spiritualitas kita kini bercampur dengan bahasa teknologi. Itulah inti Mythic Absurd Flash: sederhana, lucu, dan tiba-tiba dalam, seperti menemukan filsafat di balik menu setting.

Serial Baru Setiap Minggu

Serial Mythic Absurd Flash hadir setiap minggu, membawakan humor-metafisik, sindiran lembut, dan refleksi yang terselip di antara absurditas kecil kehidupan modern.

Untuk menikmati lebih dari 100 cerita dalam versi penuh—lebih rapi, lebih bersih, dan tersusun elegan—Anda bisa mendapatkan bukunya sekarang.

👉 Link Pembelian Buku:
http://lynk.id/pdfonline/eyvozn9l4nqd/checkout

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama