Monolog BumiAku sudah memutar diri selama 4,5 miliar tahun.Tak pernah ada yang bertanya, “Kau lelah?”Manusia hanya mengeluh soal rotasi hidup mereka.Kadang aku ingin berhenti sejenak, tapi mereka akan menyebutnya “kiamat.”
Ulasan
“Monolog Bumi” menghadirkan satu perspektif yang jarang kita pikirkan: suara
sebuah planet yang telah bekerja jauh lebih lama daripada seluruh sejarah
manusia digabungkan. Dengan narasi yang singkat namun kuat, cerita ini menempatkan
Bumi sebagai karakter yang sangat manusiawi—tidak lagi objek pasif, tetapi
seorang pekerja tua yang tidak pernah mendapat cuti.
Kalimat pembuka langsung menohok: “Aku sudah memutar diri selama 4,5
miliar tahun.”
Ia seperti pengakuan seseorang yang sudah terlalu lama memikul tanggung jawab
yang tidak pernah dipilihnya. Bumi tidak pernah menuntut balas budi, tetapi
juga tidak pernah ditanya apakah ia baik-baik saja. Di sinilah kekuatan cerita
ini: ia tidak menggurui, tetapi membuat pembaca merasa bersalah dengan cara
yang halus.
Humor ceritanya muncul dari kontras: manusia mengeluh tentang “rotasi hidup
mereka”—rutinitas, pekerjaan, drama sosial—padahal mereka hidup di atas makhluk
kosmik yang berputar tanpa henti tanpa pernah mengomel. Bahkan ketika Bumi
ingin berhenti sejenak, manusia panik dan memberi nama dramatis: “kiamat.”
Ironi ini menciptakan humor sekaligus kritik: manusia sering menganggap dirinya
pusat segalanya, padahal bahkan napas kita pun bergantung pada kesabaran planet
yang kita abaikan.
Cerita ini kuat karena mengaduk dua perasaan bersamaan: lucu dan bersalah.
Kita tertawa karena absurditasnya, tetapi sesudah itu kita tiba-tiba sadar
bahwa keluhan manusia sebenarnya kecil dibanding beban planet secara literal.
Inilah karakteristik khas Mythic Absurd Flash: humor yang seakan
ringan, tapi membawa refleksi filosofis yang tak bisa diabaikan.
“Monolog Bumi” bukan sekadar cerita pendek, tetapi sebuah undangan untuk berhenti sejenak dan mendengar suara yang selama ini kita anggap diam: suara dunia yang menyangga seluruh hidup kita.
Serial Baru Setiap Minggu
Serial Mythic Absurd Flash hadir setiap minggu,
menghadirkan potret-potret kosmik dan manusia dalam gaya yang absurd, puitis,
dan reflektif.
Jika Anda ingin masuk lebih dalam ke dunia ini—lebih dari 100 cerita
yang tidak diterbitkan di platform manapun—buku versi lengkapnya bisa Anda
dapatkan sekarang juga. Tidak memilikinya berarti melewatkan salah satu koleksi
flash fiction paling unik dan bernilai dalam bahasa Indonesia.
👉 Link Pembelian Buku:
http://lynk.id/pdfonline/eyvozn9l4nqd/checkout
